Murung Raya, infokalteng.co.id – Bupati Kabupaten Murung Raya, Drs. Perdie Midel Yoseph, di dampingi Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor, S.Sos dan Sekretaris Daerah, Drs. Hermon, M,Si,  melaksanakan peletakan batu pertama Pembangunan Huma Betang.

Pelaksanaan peletakan batu pertama pembanguan Lopo rumah Betang PMY tersebut, berlokasi di kiri jalan Negara, Lintas Kalimantan Poros Tengah menuju Muara Teweh-Puruk Cahu, tempatnya di area Bumi Perkemahan Kota Puruk Cahu, Kecamatan Murung, yang di laksanakan mulai jam 9 sampai selesai pada hari Selasa (22/3).

Hadir selama kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah betang, dihadiri oleh Wakil ll DPRD, Murung Raya, Rahmanto Muhidin, Waka Polres Murung Raya, Pabung dan perwakilan Kejari Murung Raya, hingga sejumlah Unsur Forkopimda Murung Raya, kepala perangkat daerah serta tamu undangan lainya yang turut hadir selama kegitan peletakan batu pertama PMY.

Bupati Murung Raya, Drs. Perdie M Yoseph, dan juga selaku ketua Dewan Adat Dayak, (DAD) menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada semuanya tamu yang berkenan hadir, dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Lopo rumah Betang ini, serta semua pihak yang telah bekerja mempersiapkan acara ini, sehingga terlaksananya proses ini.

“Saya atas nama jajaran pemerintah Kabupaten Murung Raya dan selaku ketua Dewan Adat Dayak Murung Raya, mengucapkan terima kasih, kepada semuanya yang telah hadir. “Ujar Perdie.

Pada kesempatan itu, Perdie mengatakan, bahwa Lapo atau Huma Betang ini, merupakan embrio bagi lahir dan sksisnya peradaban Bangsa Dayak, dan bukan saja sebagai tempat tinggal, akan tetapi juga Huma Betang ini merupakan tempat bermusyawarah dalam melahirkan ide, gagasan dalam memelihara serta mengembangkan adat istiadat.

Selain itu tujuan huma Betang Untuk mengembangkan seni budaya dan kearifan lokal yang terus kita pertahankan, di satukan dari berbagai keanekaragaman dalam kemajukan budaya dan kepercayaan, yang mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi,” jelas Perdie.

Tambahnya Perdie, kita harapkan dapat terus bekerjasama agar dapat membuktikan diri serta dapat selalu menjadi agen dalam pelestarian, pengembangan dan pemerdayaan adat istiadat, norma, norma kebiasaan, hingga penegkan hukum adat, dalam masyarakat, demi mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan ketertiban bersama, sama dengan pemerintah Murung Raya. Untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dalam bingkai Negara Kasatuan Republik Indonesia. “katanya.

Perdie mengatakan peran fungsi srategis Lopo Betang ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya, dan para tokoh adat dayak bersama Dewan Adat Dayak, juga memiliki harapan yang sama menghadirkan Lopo Huma Betang, yang dapat digunakan untuk berbagai event (multi fungsi) untuk bermusyawarah.

“Huma Betang ini berfungsi untuk edukasi, pameran, selain itu juga sebagai tempat tinggal (guest house) yang semuanya tidak saja hanya sebagai pusat pelestarian adat, istiadat, kesenian dan kebudayaan, kearifan lokal, akan tetapi juga dapat menjadi salah satu potensi sumber PAD, di sektor pariwisata Budaya bagi pembiayaan pembangunan Kabupaten Murung Raya ke depan, pungkasnya. (zay)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *