Puruk Cahu – Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah terus meluas. Hingga Jumat (1/12/2023), debit air DAS Barito perlahan terus naik, mengakibatkan banjir semakin meluas. Akibatnya ribuan rumah itu terendam sehingga sebagian warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat.

Dimana hingga saat ini banjir belum ada tanda tanda akan surut. Malah, semakin meluas,” kata Udin warga Puruk Cahu

Dikatannya dalam 24 jam terakhir, debit Sungai Barito terus saja naik perlahan, sehingga banjir semakin meluas, sampai mencapai lebih dari ketinggian normal. Karena itu, diperkirakan ada ribuan rumah sudah terendam, khususnya permukiman di bantaran sepanjang DAS Barito. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Seribu Riam, Laung Tuhup, Permata Intan, Sumber Barito dan Barito Tuhup Raya dan Kecamatan Murung.

‘Kondisi banjir seperti ini bisa dibilang paling parah selama 2 tahun terakhir, Ketinggian air sampai mencapai 2 meter masuk permukiman atau rumah warga. Sehingga saat ini warga sudah banyak yang mengungsi ke rumah kerabat,’ tuturnya.

Namun ada juga yang masih bertahan meski rumahnya telah terendam banjir. Mereka membuat lantai darurat, untuk menjaga perabotan rumah tangga, selain khawatir dicuri kalau ditinggalkan.

Untuk sementara, BPBD Mura memantau kondisi di lapangan dan terus siaga. Termasuk menyiapkan peralatan evakuasi di beberapa lokasi banjir untuk membantu masyarakat yang ingin mengungsi atau mengangkut barangnya.

Sementara itu Aris Sukamto, warga Beriwit, salah satu korban banjir mengungkapkan,  musibah banjir ini, berakibat pada kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, bersama warga lainnya, ia berharap ada bantuan dari pemerintah, khususnya untuk kebutuhan pangan. Ia mengungkapkan, seperti dirinya, banyak warga yang telah berhari-hari tidak bisa bekerja lantaran kondisi banjir tersebut. Artinya, sudah lama mereka tidak memiliki penghasilan.

Namun sampai saat itu dirinya mengakui belum ada bantuan dari Pemerintah. Yang ada, katanya, hanya peninjauan dan pendataan. Saat ini warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan, khususnya bahan pangan, seperti beras.

‘Sampai saat ini kami belum menerima bantuan dari Pemerintah ataupun pihak lainnya, padahal kami sangat membutuhkan karena akibat banjir ini kami tidak bisa beraktivitas atau bekerja untuk memenuhi nafkah hidup sehari hari’ pungkasnya. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *