“Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah sebuah judul Buku yang menjelaskan Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia yang terlahir pada tahun 1879 di Jepara anak keturunan bangsawan Jawa Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A Ngasirah. Beliau bernama R.A Kartini
Kehidupan Kartini yang penuh dengan perjuangan dalam hal keberpihakan untuk kaum perempuan, patut menjadi renungan untuk dihormati dan menjadi keteladanan.
Dalam hal keteladanan. Kartini, selepas sekolah formal pada usia 12 tahun karena harus mengikuti budaya saat itu.
Beliau (Kartini) terus dan tetap menggali ilmu pengetahuan dengan cara berkirim surat untuk bertukar pikiran dengan teman temannya.
Kartini, dalam kesehariannya gemar membaca buku dan dari sinilah “hijab” mulai terbuka dalam bentuk pikiran untuk memperjuangkan haknya sebagai perempuan.
Menurutnya, seorang perempuan perlu memperoleh kesempatan, kebebasan dan otonomi serta kesetaraan hukum. Terutama untuk kaum perempuan pribumi pada waktu itu.
Begitu strategisnya peran kaum perempuan yang sebagian besar penduduk dunia lahir dari “rahimnya”.
Ia membesarkan, mendidik dan membekali suatu generasi yang kelak diharapkan menjadi anggota masyarakat yang baik.
Peran strategis kaum perempuan, dalam hal kesehatan dan pendidikan.
Ia adalah “pelita” pertama yang menerangi seluruh anggota keluarga agar terbebas dari bencana kesehatan, seperti; kurang gizi, stunting atau aspek kesehatan lainnya.
Demikian pula dalam hal pendidikan, seorang perempuan berperan besar untuk mengasuh anak dan anggota keluarga agar menjalani hidup sebagai mahluk “terpelajar” dalam arti memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spritual, sosial dan atau kecerdasan dan keterampilan lain.
Secara demografis, kaum perempuan dalam tingkat usia tertentu menduduki jumlah peringkat kedua setelah kaki laki.
Namun demikian seraya pergeseran “waktu” di usia lanjut. Kaum perempuan menduduki peringkat pertama dari segi jumlah di bandingkan kaum laki-laki.
Kondisi tersebut, dimungkinkan karena rata rata usia harapan hidup kaum perempuan lebih tinggi sekitar delapan tahun dari usia laki laki.
Besarnya tanggung jawab kaum perempuan inilah yang seharusnya menjadi energi perjuangan kaum perempuan dan sekaligus sebagai cita cita luhur Ibu R.A Kartini yang pada hari ini kita peringati.
Jika ada suatu ungkapan tentang betapa strategis peran kaum perempuan, maka ada suatu ungkapan yang perlu menjadi renungan bersama:
“Untuk menghancurkan suatu bangsa, maka cukuplah dengan dengan merusak kaum wanitanya”
Selamat memperingati Hari Kartini.
“Habis Gelap Terbitlah Terang”
Wassalam
Ali Dambrah