Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Dalam rangka menyambut hari guru Nasional yang ke-77 mengadakan “workshop implementasi kurikulum merdeka” dengan tema “serentak berinovasi wujudkan merdeka belajar” di selenggarakan oleh IGTKI-PGRI Kabupaten Kapuas, Sabtu (22/22).

Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kapuas Arie mengatakan, dalam rangka kegiatan hari guru nasional ini diharapkan bisa kembali meningkatkan kualitas guru mengajar dengan kurikulum merdeka dengan arahan kemendikbud ristek.

“Latar belakang kegiatan ini karena di masa pandemi kita banyak kehilangan mutu pembelajaran, jadi untuk mengembalikan mutu kualitas pendidikan maka IGTKI Kabupaten Kapuas mengadakan implementasi kurikulum merdeka yang sesuai dengan arahan kemendikbud ristek,” katanya.

Arie juga menjelaskan pembelajaran kurikulim merdeka terkait bagaimana guru nanti mengajari seorang murid.

“Merdeka belajar atau di sebut juga merdeka bermain artinya, belajarnya anak-anak itu melalui kegiatan bermain, dimana kegiatan yang di lakukan oleh guru itu berpusat kepada anak jadi di sesuaikan dengan minat, bakat dan kerakteristik anak,” jelasnya.

Oleh karena itu, Arie juga mengharapkan agar teman-teman guru yang sudah mengikuti kegiatan ini bisa mengimplementasikan kapada program belajar dan bisa memberikan informasi ini kepada guru-guru yang lain.

Peserta dari Kapuas Kuala Isnawati mengatakan, “kegiatan ini sangat luar biasa dan memotivasi kami khususnya guru taman kanak-kanak untuk menyemangati kami untuk memperdalam dalam apa sebenarnya kurikulum merdeka dan bagaimana kita sebagai guru mengimplementasikan di sekolah.”

“Kegiatan ini apresiasi sangat tinggi dan kami sangat mendukung kepada tim PGRI daerah setempat beserta dengan tim serta, Dinas Pendidikan yang sudah memfasilitasi kami untuk terus belajar,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Suwarno Muriyat menyampaikan pesan kepada seluruh guru taman kanak-kanak (TK) yang sudah melaksanakan kegiatan ini.

“Hari ini saya memberikan materi tentang kurikulum merdeka dan selaku kepala dinas mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan kegiatan sosialisasi sekaligus workshop diharapkan bapak ibu guru di 17 Kecamatan Kapuas bisa memahami tentang kurikulim merdeka,” katanya.

Diharapkan kepada guru-guru taman kanak-kanak yang berada di garis terdepan bisa memulai melakukan perubahan pada paradikma pembelajaran.

Pewarta : M Ichlas Junior

Uploder : Admin

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *