Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Kemdikbudristek bekerjasama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) salahsatu badan PBB yang menangani perkembangan anak-anak dan para ibu di negara berkembang, Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas dan Polsek Pulau Petak, selenggarakan Pelatihan Program Roots Indonesia Anti Perundungan bagi Agen Perubahan SMPN 3 Pulau Petak, ditutup Kadisdik Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat, Rabu (17/11) pagi di Sakalagun Kecamatan Pulau Petak.

Kadisdik dihadapan para narasumber dan 30 siswa SMPN 3 Pulau Petak terpilih yang telah mengikuti lima kali pertemuan, menyatakan rasa bangganya karena seluruh Agen Perubahan Pencegahan Perundungan telah berperan aktif dilingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari di rumah.

“Perundungan atau bullying dapat kita cegah dengan cara sebelum bertindak terlebih dahulu mengembalikan kepada diri kita sendiri. Jika hal itu tidak kita sukai dan bertentangan dengan norma, etika dan budaya sehari-hari berarti hal serupa juga diharapkan oleh teman atau orang lain,” ucap Kadisdik.

Ia juga menegaskan jika perundungan akan berdampak pada perkembangan karakter atau kepribadian seseorang. Karenanya ia mengajak seluruh stakeholders pendidikan senantiasa menjaga bahkan meningkatkan rasa persatuan, kekerabatan dan Kerjasama.

“Harapan saya Kepala Sekolah, Guru dan Agen Perubahan untuk terus melakukan koordinasi, kolaborasi dan konsistrensi dalam Program Sekolah Penggerak (PSP), menerapkan prinsip Merdeka Belajar sehingga dapat terwujudnya Profil Pelajar Pancasila,” tegas H. Suwarno Muriyat.

Sebelumnya, Kepala SMPN 3 Pulau Petak Dewi Lailani MP menyebutkan jika lembaga yang dipimpinnya dalam satu tahun terakhir telah berproses dalam PSP salahsatu kegiatannya adalah pelatihan pencegahan perundungan (Roots Day) berfokus kepada peran siswa.

“Program Roots Day bertujuan meningkatkan berperan siswa dalam mengubah norma sosial di sekolah untuk menanamkan perilaku postif termasuk anti kekerasan. Melalui pendekatan jejaring sosial dan whole-school approach disertai pelatihan guru disiplin postif,” ucapnya.

Hal senada disampaikan pula Ketua Panitia Sri Hastutiningrum, bahwa melalui role play, pembacaan puisi, pantun, menyanyi, penyerahan hadiah grive, pembacaan deklarasi dan penandatangan spanduk deklarasi merupakan komitmen bersama untuk mencegah perundungan. “Pelatihan Roots Day yang telah kami laksanakan mengusung tema Bersama Kita Hentikan Perundungan,” pungkasnya. (hmsddk)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *