Nanga Bulik, infokalteng.co.id – PT Sumber Mahardika Graha (SMG), Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) Group membangun jembatan permanen senilai Rp11 miliar untuk menyambungkan Desa Sungai Buluh ke Desa Bakonsu, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kami membangun jembatan ini untuk dipakai bersama, perusahaan juga masyarakat umum nantinya. Untuk kami, adanya jembatan ini akan menghemat biaya pengangkutan TBS (Tandan Buah Segar) sawit dari kebun plasma kami di Sungai Buluh yang selama ini kami angkut melalui jalur memutar lewat Beruta, Perigi, Simpang Sepaku baru ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit) PT SMG,” kata General Manager (GM) PT SMG Hantoro saat ditemui di kantornya, Sabtu (20/5/2023).

Ia melanjutkan adanya jembatan ini juga diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas orang dan barang dari dua daratan yang selama ini terpisah Sungai Lamandau. Sehingga akan berdampak juga pada peningkatan perekonomian masyarakat di desa-desa sekitar Sungai Buluh dan Bakonsu.

“Kami berharap dengan kontribusi PT SMG, USTP Group ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kita, menambah akses yang sebelumnya sudah dibangun oleh Pemda Lamandau yakni jembatan gantung,” terang dia.

Ditemui terpisah, Kepala Teknik PT SMG Nestapa Memory menjelaskan jembatan yang dibangun sudah standar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yakni Jembatan Type C80 dengan Panjang 80 meter, Lebar 7 meter dan Lebar Jalan (dalam jembatan) 4 meter dengan biaya estimasi Rp 11 miliar.

“Jembatan yang kami bangun sudah standar PU ini, kalau di PU disebut Type C80, estimasi biaya pembangunan jalan ini Rp11 miliar dengan lama waktu pengerjaan 6 bulan,” ungkap dia.

Kepala Kebun Plasma PT SMG Juares Tampubolon mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan komitmen nyata dari PT SMG, USTP Group untuk masyarakat sekitar khususnya 8 desa yang menjadi mitra PT SMG. Jembatan ini dibangun utamanya untuk pengangkutan TBS sawit kebun kemitraan yang artinya kebun masyarakat yang selama ini dikelola PT SMG.

“Ini adalah bentuk komitmen kami PT SMG, USTP Group untuk masyarakat sekitar, saya sebagai yang dipercaya untuk mengelola kebun kemitraan ini, memastikan perlakuan kebun plasma sama dengan inti, bahkan untuk pengangkutan hasil panen yang efektif sampai kami bangun jembatan senilai 11 M,” tegas dia.

Manager CSR USTP Group Alex Gunawan menegaskan komitmen perusahaannya dalam hal pembangunan infrastruktur untuk masyarakat tidak perlu diragukan. USTP Group bukan hanya sekali membangun infrastruktur skala besar untuk menghubungkan dua daratan yang terpisah sungai. Sebelumnya, PT Harapan Hibrida Kalbar-Sungai Jelai Estate (HHK-SJE). sudah punya bukti monumental yakni menyambungkan akses dari Provinsi Kalteng ke Kalbar melalui Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam.

“Sebelum Jembatan Sungai Buluh-Bakonsu ini, kami melalui PT HHK-SJE juga telah menyambungkan daratan Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kalteng ke Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalbar, kami timbun jalannya, kami buatkan jembatan nilainya kurang lebih Rp600 juta waktu itu diresmikan Bupati Sukamara Pak Ahmad Dirman saat itu,” ungkap dia.

Kepala Desa (Kades) Bakonsu Pance menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah berkontribusi dalam perekonomian masyarakat khususnya Desa Bakonsu. Adanya jembatan ini membuat lalu lintas lebih lancar karena kendaraan roda empat bisa menyeberang. Sehingga, banyak biaya yang bisa dihemat, termasuk pengangkutan buah plasma masyarakat 8 desa yang dikelola PT SMG.

“Kami ucapkan terima kasih atas kontribusi perusahaan membangun jembatan ini, semoga jalinan komunikasi dan kerjasama antara masyarakat dan perusahaan bisa terus berjalan dan sinergi,” ungkap dia.

Pewarta : Ras

Uploder : Admin

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *