Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bersama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Kemdikbudristek menggelar “Lokakarya-1 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan-4” bagi peserta pendidikan Calon Guru Penggerak (CGP) Sabtu (20/11) di Hotel Permata Inn Kuala Kapuas.

Kadisdik H. Suwarno Muriyat saat membuka lokakarya menegaskan jika program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan langkah strategis dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang berorientasi pada kualitas hasil belajar peserta didik.

“Kabupaten Kapuas telah memiliki Komunitas Guru Penggerak yang merupakan alumni dari PGP Angkatan Pertama. Saya mengamati mereka telah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

Harapan saya kepada peserta CGP Angkatan 4 juga mengikuti jejak mereka dan berproses selama sdembilan bulan guna peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran yang sejalan dengan tujuan Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas,” pinta Kadisdik.

Sementara itu Dr. Asep Agus Sulaiman, M.Si Fasilitator dari P4TK IPA Kemdikbudristek menguraikan secara rinci tentang tujuan PGP serta strategi yang akan ditempuh oleh CGP selama mengikuti pendidikan.

“Lokakarya 1 adalah bagian dari serangkaian lokakarya yang akan dilaksanakan selama 9 bulan Pendidikan Guru Penggerak. Ada 3 hasil yang ingin dicapai dalam lokakarya 1 ini, yakni identifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak, evaluasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak serta rencana pengembangan diri Calon Guru Penggerak,” jelas Asep

Sebelumnya, H. Budi Siswoyo, S.Pd selaku Pengajar Praktik/Pendamping PGP lokakarya kali ini merupakan lanjutan kegiatan sebelumnya dan diikuti sebanyak 4 orang Pendamping/Pengajar Praktik dan 20 CGP dengan fasilitator dari P4TKIPA maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

“Seluruh biaya pelaksanaan Lokakarya 1 PGP Angkatan 4 bagi Calon Guru Penggerak berasal dari Kemdikbudristek. Kegiatan dilaksanakan secara langsung diluar jaringan selama sehari namun tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan wabah Covid-19,” terangnya (hmsddk)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *