Pangkalan Bun, infokalteng.co.id – Bupati Hj. Nurhidayah, menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus dilakukan dengan menetapkan sejumlah titik sebagai prioritas pemadaman. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi karhutla di Kilometer 9 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Minggu lalu.
Bupati mengatakan, meskipun personel telah dikerahkan untuk menangani karhutla di hamper seluruh wilayah kabupaten, kondisi asap dalam tiga hari terakhir semakin pekat dan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.
“Dalam skala kewilayahan, personel sudah menangani hamper semua laporan kejadian kebakaran, namun, tentunya ada yang menjadi prioritas,” katanya.
Hj. Nurhidayah menambahkan bahwa dalam tiga hari terakhir, kondisi asap semakin pekat. “Bahkan, seluruh penerbangan terpaksana dibatalkan, ini sudah mengganggu aktivitas pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ungkap Nurhidayah.
Petugas dari Satgas Karhutla Kobar melakukan upaya pemadaman lahan terbakar di jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Kobar melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla akan mengambil sejumlah langkah komprehensif dengan memfokuskan upaya pemadaman pada wilayah yang dinilai menjadi penyumbang asap cukup besar.
Hj. Nurhidayah menyebutkan, terdapat tiga kawasan yang menjadi fokus penanganan, yakni wilayah Jalan Kotawaringin, kawasan Tanjung Putri, serta kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Penentuan prioritas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pemadaman dan mengurangi dampak asap yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Diperlukan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur yang terus bekerja di lapangan, termasuk masyarakat yang secara sukarela turut membantu upaya pemadaman.
“Kita menyadari bahwa kemampuan dan personel yang kita miliki masih terbatas, oleh karena itu, penanganan ini membutuhkan kerja sama semua pihak agar upaya pemadaman dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Selain upaya pemadaman, Nurhidayah mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bekerja sama menjaga lingkungan tetap kondusif, jangan melakukan pembakaran lahan, bahkan membakar sampah pun untuk sementara tidak diperkenankan, karena kondisi angin dapat memicu hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Hj. Nurhidayah turut mengingatkan bahwa kondisi kemarau yang masih berlangsung, disertai fenomena El Nino, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla.
Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan, musim kemarau diperkirakan masih berlanjut hingga akhir Oktober atau November, meskipun perkembangan kondisi cuaca tetap perlu dipantau.
Pemkab Kobar, lanjutnya berkomitmen untuk memaksimalkan upaya penanganan karhutla melalui koordinasi lintas sektor dan pengerahan personel sesuai kebutuhan di lapangan.
Pewarta : Pj
Editor : Admin 1