Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar kegiatan Fasilitasi pengisian instrumen evaluasi perkembangan desa/kelurahan (Epdeskel) dan Profil desa/kelurahan (Prodeskel) Kabupaten Kapuas tahun 2026 bertempat di aula kantor Bupati Kapuas, Rabu pagi lalu.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis l Sangkai, serta dihadiri oleh Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Kapuas, Pery Noah, para camat, kepala desa, lurah, hingga para operator desa dan kelurahan se-Kabupaten Kapuas.
Dalam sambutannya Sekda menegaskan bahwa Prodeskel dan Epdeskel merupakan instrumen yang sangat vital dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan Prodeskel berfungsi sebagai data komprehensif mengenai potensi dan kondisi wilayah, sedangkan Epdeskel digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan dan masyarakat.
“Data yang akurat, aktual terintegrasi, dan partisipatif merupakan fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan desa yang tepat sasaran, untuk itu, saya mengajak seluruh pemerintah desa dan kelurahan mendukung implementasi inovasi proaktif (profil desa/ kelurahan yang akurat, aktual, terintegrasi dan partisipatif) dengan mengisi data secara benar, lengkap, tepat waktu, dan penuh tanggungjawab,” ujarnya.
Sekda Kapuas Usis l Sangkai menambahkan bahwa fasilitasi ini tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas serta pengetahuan, Sumber Daya Manusia (SDM) para perangkat dan operator desa.
“Kami menyarankan agar para operator memanfaatkan aplikasi yang sudah disiapkan oleh DPMD untuk pelaporan keuangan maupun kegiatan di desanya masing masing dengan sistem aplikasi ini, pelaporan dari desa yang paling jauh sekalipun dapat diterima dengan cepat, akurat, dan terintegrasi hingga ketingkat kabupaten maupun kementerian dalam negeri,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Syaiful Fadjri dalam laporannya menyampaikan bahwa, latar belakang digelarnya kegiatan ini adalah untuk mengatasi kendala minimnya kecakapan teknis akibat adanya pergantian operator di tingkat desa dan kelurahan, hal tersebut sempat menyebabkan keterlambatan menginputan data dibeberapa wilayah.
“Melalui pendampingan teknis oleh Tim Proktif dari DPMD ini, kita ingin memastikan seluruh indikator pembangunan dan status perkembangan desa di Kabupaten Kapuas dapat terpetakan secara presisi, saat ini tercatat sekitar 60 peserta aktif yang terdiri dari operator baru dan perangkat desa hadir mengikuti fasilitasi penginputan data,” ungkap Syaiful Fadjri.
Pihak DPMD juga mengapresiasi komitmen pimpinan daerah melalui program unggulan “1 desa 1 miliar” program ini terbukti memberi dampak signifikan dalam mempercepat ketersediaan infrastruktur dan fasilitas desa, sehingga mendorong peningkatan status desa di Kabupaten Kapuas dari desa Swadaya menuju Swakarya hingga Swasembada.
Pewarta : Syarkawi
Editor : Admin 1