Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Sehubungan viralnya ucapan yang disampaikan Edy Mulyadi membuat aliansi yang tergabung koalisi masyarakat adat, ormas Dayak dan organisasi Kalimantan Tengah, khususnya Dayak Tomun Kabupaten Lamandau melakukan aksi pernyataan sikap di Stadion Hinang Goloa Kabupaten Lamandau, (26/1).

Pantauan media ini, personil kepolisian resort Lamandau dan kodim 1017/Lmd melakukan pengamanan dengan tujuan supaya aksi berjalan lancar dan aman.

Pernyataan sikap yang di sampaikan beberapa tokoh adat Dayak khususnya Dayak Tomun kabupaten lamandau diantara isinya : kami sangat merasa dilecehkan dan merasa terhina atas pernyataan Edy Mulyadi Cs yang mengatakan bahwa Kalimantan sebagai tempat jin membuang anaknya, pasarnya hanya kuntilanak, Genduruwo. Hanya monyet yang mau tinggal disini, ini benar-benar telah menghina dan melecehkan kami sebagai masyarakat adat dayak yang telah turun temurun tinggal ditanah warisan leluhur kami tanah Kalimantan.

Penandatanganan Surat pernyataan sikap diterima Kabag OPS AKP Agus Priyo Wibowo menyampaikan laporan pernyataan sikap tertulis ini saya terima dan akan saya sampaikan langsung ke Kapolres dan secara berjenjang diteruskan ke Kapolda Kalteng dan Mabes Polri.

Tokoh Masyarakat Dayak, FX Perwiragato menyampaikan, bahwa di kalimantan ini banyak suku  dan agama yang tinggal berdampingan serta hidup damai dan rukun, “saya sangat meragukan wawasan kebangsaan Edy Mulyadi,” tegasnya. (ras)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *