Pangkalan Bun, infokalteng.co.id – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah secara resmi menutup Festival Lomba Perahu Ketinting Kotawaringin Lama Tahun 2025 yang digelar di Pelabuhan Speedboat Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Minggu lalu.

Penutupan berlangsung meriah dengan disaksikan ribuan warga yang memadati kawasan bantaran sungai.

Festival lomba perahu ketinting yang menjadi agenda tahun ini berjalan dengan lancar, aman, dan sukses.

Sejak pagi hingga sore hari, masyarakat tampak antusias menyaksikan adu cepat perahu ketinting yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, sekaligus menikmati suasana hiburan rakyat yang tersaji di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Hj. Nurhidayah menegaskan bahwa lomba perahu ketinting tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang balapan.

“Lomba ketinting ini memiliki makna yang lebih dalam. Ketinting adalah bagian dari kearifan lokal masyarakat pinggiran sungai yang harus kita jaga dan rawat eksistensinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, festival ini juga menjadi panggung hiburan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Saya melihat antusiasme ribuan warga yang hadir. Ini jelas menggerakkan roda ekonomi UMKM di sekitar lokasi. Warung-warung ramai, pedagang kecil mendapatkan keuntungan, dan inilah dampak positif yang memang diinginkan oleh pemerintah,” kata Nurhidayah.

Selain itu, festival ketinting dinilai efektif sebagai sarana promosi wisata daerah. Menurut Bupati, Kotawaringin Lama memiliki potensi besar yang perlu terus dikenalkan.

“Kita ingin Kotawaringin Lama semakin dikenal, tidak hanya wisata religinya seperti Makam Kiai Gede dan Masjid Kyai Gede, tetapi juga wisata atraksi sungainya,” tuturnya.

Festival Lomba Perahu Ketinting Kotawaringin Lama Tahun 2025 sendiri digelar sebagai upaya pelestarian budaya lokal, penguatan identitas daerah, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Warga dan peserta lomba menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Banyak pihak berharap event serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang semakin menarik, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Dengan berakhirnya festival ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan budaya dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan, berakar pada tradisi, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pewarta : Pj

Editor : Admin 1

By Admin 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *