Pagatan Katingan, infokalteng.co.id – Bupati Katingan Sakariyas bersama rombongan beserta SKPD dan didampingi oleh anggota DPRD dari partai PDIP, PAN, Nasdem dan Gerindra Kabupaten Katingan Dapil 2 ada 4 orang, Kamis 10 Februari 2022.
Dalam acara musyawarah rencana pembangunan tersebut telah dihadiri oleh Muspika, Camat, Danramil 1015-01, Polsek, TNI AL dan Pol Airud serta instansi terkait yang mana dalam sambutan Bupati Katingan menekankan dalam melaksanakan program yang bersentuhan, dengan uang negara atau uang pemerintah terhadap infrastruktur jalan hendaknya betul betul dimanfaatkan dengan baik khususnya terhadap kepala Desa karena sumber dana itu ada yang bersumber dari pemerintah pusat dan daerah.
Dengan adanya pembangunan di bidang infrastruktur untuk itu diharapkan agar stakeholder maupun terhadap kepala Desa dapat mengawasi karena ada juga tim pendamping dalam kegiatan tersebut.

Dalam tanya jawab Bupati Katingan Sakariyas menekankan agar semua kepala Desa hendaknya dapat memanfaatkan dana yang dikucurkan, oleh pemerintah baik dan ADD maupun dana DD dapat digunakan sesuai porsinya di samping itu Bupati Katingan menghimbau kepada kepala Desa agar selalu memberikan pelayanan dengan baik terhadap warganya.
Karena kepala Desa adalah kepanjangan tangan untuk mensukseskan program pemerintah dalam kesempatan itu pula masyarakat mendapat angin segar yang diidam-idamkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dari Desa Bakung Raya, Desa Setia Mulia dan Desa Kampung Baru pelaksanaannya di tahun 2022 ini juga kami sebagai warga masyarakat Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan sangat bersyukur dengan adanya pembangunan pengerasan infrastruktur jalan penghubung dari satu desa ke desa berikutnya sehingga kami dalam beraktivitas dengan lancar tidak terhambat, maupun anak-anak bersekolah tidak ada lagi terkendala disamping itu kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi untuk membuka jalan baru dari Desa Sebangau Jaya menghubung Desa Sei Kaki dan menuju Desa Makmur Utama.
Jika pernah berkunjung kedua desa tersebut betapa sulitnya, sehingga harus menggunakan transportasi air untuk menuju kedua desa tersebut bahkan hal ini sering terjadi musibah tabrakan dikarenakan melalui tikungan-tikungan tajam. (abdalli)