Sampit, infokalteng.co.id – Babinsa 1015-12/Parenggean Sertu Ugarmansyah  menghadiri pelaksanaan Puncak Ritual Tewah  yang bertempat di Desa Tehang kec Parengean kab kotim, Sabtu (6/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh . Babinsa 1015-12/Parenggean Sertu Ugarmansyah , Camat Parenggean diwakili. Kades Tehang, Kades Kabuau, Damang Adat Kec Parenggean. Damang Adat kec Tualan hulu. Ketua MR-AHK kec parengean. kader ketua MK-AHK ds tehang.

Babinsa 1015-12/Parenggean Sertu Ugarmansyah  mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk mengantarkan arwah ke lewu tatau (akhirat) yaitu kepada Sang Pencipta atau Ranying Hatala Langit dan merupakan akhir dari rangkaian upacara kematian dalam kepercayaan Hindu Kaharingan.

“Pada pelaksanaan ritual, masyarakat setempat dengan khusyuk manganjan (menari) mengelilingi sangkay raya diiringi oleh karungut atau lagu tradisional Dayak.” Ujar Babinsa 1015-12/Parenggean Sertu Ugarmansyah.

Secara terpisah Danramil 1015-12/Parenggean Kapten Inf Amir F mengatakan Prosesi upacara dilaksanakan  sampai dengan Tabuh Pertama, Kedua, dan Ketiga di mana persyaratan untuk penombakan kerbau, ayam, dan babi dilakukan. Kemudian akan dilakukan pembersihan tulang belulang leluhur yang akan diletakkan pada sandung yang sudah disediakan.

“Ritual Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah roh orang yang sudah meninggal menuju Lewu Tatau (Surga) sehingga bisa hidup tentram dan damai di alam Sang Kuasa.” Ujar Danramil 1015-12 Parenggean Kapten Inf Amir F.

Danramil 1015-12 Parenggean Kapten Inf Amir F Mengatakan Ritual ini mengharuskan suku Dayak untuk membawa tulang-tulang jenazah anggota keluarga mereka yang telah dikubur ke Sandung, yaitu semacam ruamh kecil yang dibuat khusus untuk jenazah. Tak lupa, tulang belulang ini harus dibersihkan terlebih dahulu. (sumber pendim 1015 spt/ sarudin)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *