Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Pelantikan Dan Bimbingan Teknis Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se -Kabupaten Lamandau Pada Pemilihan Umum Tahun 2024, yang dilaksanakan di Aula BAPPEDA Nanga Bulik, Selasa, 24 Januari 2024.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamandau, Irwansyah, mengucapkan selamat terhadap anggota PPS terpilih yang Pelantikannya dilaksanakan secara serentak se – Indonesia, untuk pelantikan PPS di Kabupaten Lamandau terbagi 4 titik, pertama Kecamatan Bulik dab Sematu jaya, ke 2 Kecamatan Menthobi Raya bergabung dengan Bulik Timur, ke 3 pelantikan dilaksanakan di Kecamatan Delang diikuti Kecamatan Batang Kawa, Sementara titik Ke-4 dilaksanakan di Kecamatan Lamandau diikuti Kecamatan Belantikan Raya, “jadi diikuti 66 orang dibulik dan keseluruhan anggota PPS sebanyak 264 orang,” jelasnya.
Kemudian disampaikan, pelantikan rencana akan difokuskan di ibukota kabupaten, tetapi mengingat anggaran cukup besar sekitar 600 juta, jadi terlalu besar karena harus menanggung biaya akomodasi, makan minum, ruang, transport dan juga Hotel atau penginapan, sehingga pelantikan kita sebar kita pecah menjadi empat titik, jadi komisioner mengalah yang penting tidak mengurangi ke khidmatan pelantikan PPS tersebut.
Kita Ketahui bersama bahwa pemilu adalah sarana demokrasi kedaulatan rakyat untuk memilih baik anggota legislatif dan eksekutif. Legeslatif adalah memilih Anggota DPR RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kota.
Selanjutnya, ada perkembangan dinamika di masyarakat terkait Pemilu, bahkan ada beberapa tantangan yang harus kita hadapi sebagai penyelenggara,” jadi penyelenggaraan Pemilu itu dari KPU sampai tingkat KPPS/ petugas yang ada di TPS” terangnya.
Tantangan yang sangat rentan bisa terjadi sebagai penyelenggara pertama adanya politik transaksional, kita berharap penyelenggara benar-benar posisinya pada posisi Netral, ini dikhawatirkan bisa terjadi, adanya intervensi, intimidasi terhadap para penyelenggara, adanya money politik/politik uang, suap, gratifikasi juga ini sangat rentan terjadi, termasuk selaku penyelenggaraan khawatir terjadi masalah dalam distribusi logistik yang bisa terhambat nantinya sedangkan terjadi juga masalah distribusi yang mungkin nanti bisa terhambat.
Apalagi tantangan kita ke depan penyelenggaraan pemilu ini sangat beririsan tahapannya terhadap penyelenggaraan Pilkada (pemilihan bupati dan wakil bupati kita tahun 2024) Jadi kalau Pilkada itu nanti bulan November 2024 sementara tahapannya Pilkada Itu misal 11 bulan tarik mundur di bulan Desember 2023 ini sudah memasuki tahapan Pilkada.
Sementara Pemilu kita baru dilaksanakan 14 Februari 2024 Berarti ada saling beririsan bahkan terkesan tumpang tindih, itu kalau 11 bulan, kalau 12 bulan tahapan pilkada nanti ada di bulan November 2023 kita sudah memasuki juga tahapan Pilkada.
“jadi itu tantangan sangat berat bagi kita penyelenggara dan mudah-mudahan nantinya kawan-kawan PPK dan TPS ini, yang dilantik kemarin bisa berkelanjutan, harapan Kita tidak ada rekrutmen lagi terkait dengan PPK maupun TPS ,karena kita tidak punya waktu lagi kalau nantinya direktur kembali baik PPK maupun kawan-kawan TPS ,waktu kita sangat sangat mendesak bahkan sangat mepet,”ucapnya.
Bupati Lamandau, Hendra Lesmana juga mengucapakan selamat atas terselenggaranya pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Tentu hal ini menjadikan beban dan tanggungjawab besar yang akan Bapak Ibu emban. Bahwa ujung tombak demokrasi kita ketahui ada di penyelenggara pemilu, di pundak Bapak Ibu sekalian.
Dari pakta integritas yang telah dibacakan kemudian sambutan ketua KPU tentu sudah menjabarkan semua aspek tanggungjawab, setara kaitan dengan tahapan pilkada sampai pada saat proses pemilu itu dilakukan, tentu banyak tantangan akan dihadapi.
Bagaimana dinamika penyelenggaraan pemilu langsung, Insya Allah akan dilaksanakan bulan Februari tahun 2024 merupakan rangkaian pemilu serentak yang diamanatkan oleh undang-undang untuk kita laksanakan.
Oleh sebab itu harapan besar ditaruhkan kepada pundak Bapak Ibu sekalian, menjadikan amanah Insyaallah tentu ganjarannya adalah pahala, sebab dengan nilai apa didapat yang diberikan oleh negara kepada penyelenggara sekalian tentu tidak bisa dinilai dengan materi, karena itu tadi upaya negara kita menganut demokrasi.
Kepemimpinan tertinggi dilahirkan dari demokrasi untuk menjalankan roda pemerintahan yang menahkodai hampir 280 juta masyarakat Republik Indonesia, dengan berbagai macam suku keragaman budaya dan agama, oleh sebab itu jangan mengkerdilkan tanggung jawab yang telah diamanahkan hari ini.
Bahwa tadi saya sampaikan aspek demokrasi melahirkan kepemimpinan untuk menjalankan roda pemerintahan republik ini ada di pundak Bapak Ibu sekalian, Oleh sebab itu dari pakta integritas harus betul-betul dipahami dimaknai dan dijalankan.
“Apabila PPS-nya sendiri tidak menjalankan integritas tersebut dipastikan hasil yang didapat tentu tidak baik dan tantangannya pasti ada, saya ingatkan kepada Anggota PPS sekalian kami dari pemerintah daerah meminta agar PPS betul-betul menjalankan sesuai dengan pakta integritas yang diamanatkan,” tegasnya.
Pewarta : Ras
Uploder : Admin