Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun ini, diperingati bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H.
“Pendidikan” yang ditempuh selama bulan Ramadhan tentu akan sangat berpengaruh pada hari hari berikutnya.
“Peserta” pendidikan selama bulan Ramadhan, tidak saja diikuti oleh umat Islam.
Namun oleh semua kalangan, termasuk yang bukan beragam Islam.
Selama bulan puasa umat Islam berpuasa untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasanya.
Demikian pula, bagi pemeluk agama lain, selama bulan puasa telah dengan kesadaran yang tinggi untuk bertoleransi terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.
Sikap dan perbuatan saling toleransi inilah yang seharusnya kita junjung tinggi dan tingkatan serta dibina secara terus menerus dan berkelanjutan.
Masyarakat yang memiliki rasa toleransi yang baik, sangat berkorelasi dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya.
Tantangan dunia pendidikan saat ini, cukup strategis.
Saat ini, kita tengah berada di era lima ratus tahunan lompatan teknologi.
Era lompatan 500 tahunan teknologi ini tidak pernah terjadi pada tahun tahun sebelumnya.
Era ini ditandai dengan cepatnya perkembangan IPTEK.
Semua perangkat teknologi akan cepat menjadi “usang” dan ketinggalan fungsi.
Hampir setiap delapan jam sehari IPTEK mengalami perubahan.
Jika dahulu, zaman nenek moyang kita menemukan teknologi peralatan teknologi bercocok tanam.
Setelah ribuan tahun kemudian baru ditemukan teknologi lainnya.
Namun hal tersebut berbeda dengan saat ini.
Teknologi berkembang dengan sangat cepat.
Akibat perkembangan IPTEK yang begitu cepat tersebut, sudah pasti menuntut “dunia” pendidikan untuk selalu beradaptasi dengan setiap perubahan.
Perubahan lingkungan pendidikan yang perlu di cermati. Bahwa saat ini tengah terjadi, hampir setiap lima sampai sepuluh tahun terdapat beberapa jenis pekerjaan yang hilang dan digantikan dengan pekerjaan yang baru.
Tentu hal tersebut terjadi sebagai akibat perubahan dan perkembangan IPTEK.
Jika dahulu, lembaga pendidikan “dilambangkan” dengan bangunan kokoh terbuat dari tembok, maka saat ini seharusnya bangunan tersebut hanya berupa “tenda” yang mudah menyesuaikan dengan perubahan lingkungan.
Lembaga pendidikan saat ini, harus “akrab” dengan perubahan global, seperti: tuntutan dunia industri/usaha, arah dan perkembangan
IPTEK dan lainnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka peserta pendidikan tidak saja terbatas pada anak dalam usia didik. Tapi untuk semua kalangan dan usia.
Pendidikan tidak dapat lagi di kelompokkan sebagai pendidikan formal, informal atau pendidikan non formal.
Melainkan, pendidikan “semesta”. Hal ini, tidakkah berlebihan karena pada dasarnya pendidikan itu bermakna “berkembang dari dalam”.
Jika pendidikan di maknai sebagai “berkembang dari dalam”, maka setiap orang dan setiap waktu adalah wahana pendidikan.
Mengapa hal tersebut menjadi penting..?
Saat ini, dorongan perkembangan IPTEK. Mengharuskan setiap orang dihadapkan dengan era revolusi industri 4.0
Era revolusi industri 4.0 ini, berkembang begitu pesat yang di tandai dengan maraknya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, seperti robot dan sejenisnya.
Hal ini, sudah pasti berdampak pada aspek sosial, budaya dan ekonomi masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maka tidak lain adalah: perlunya pendidikan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Untuk dapat terwujudnya hal tersebut, maka sebuah ungkapan di bawah ini perlu menjadi renungan.
“Jadikanlah semua keadaan sebagai madrasah/pendidikan”
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional, jayalah NKRI.
Wassalam
Ali Dambrah