Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Kegiatan luluhan yang sempat vakum beberapa tahun terakhir ini, karena pandemi covid-19 akhirnya sekarang bisa digelar kembali karena acara ini cukup diminati masyarakat Kapuas khususnya.
Masyarakat berbondong bondong memadati kawasan Pelabuhan Danae Mare untuk menyaksikan tradisi adat Laluhan yang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-217 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-72 Pemkab Kapuas.
Laluhan dimulainya dengan beberapa kapal yang sudah dihias membawa perwakilan seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, Camat Kapuas, unsur Forkopimda dan lain lain untuk menepi di pelabuhan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir yang akan menuju ke Pelabuhan Danau Mare.
Saat kapal yang dari pelabuhan Sei Pasah tiba di pelabuhan Danau Mare itu sudah ditunggu oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Wakil Bupati Nafiah Ibnor bersama unsur Forkompimda dan lain-lain.
Momen-momen itulah puncak tradisi Lalahan yang mana masyarakat bersemangat menyaksikan dan sebagian ada yang mengikuti aksi lempar batang suli yang sudah disiapkan.
Saat aksi melempar itu masyarakat daerah setempat bersemangat untuk saling melempat batang suli itu dari pelabuhan Danau Mare ke Kapal maupun sebaliknya, aksi saling lempar itu berlangsung meriah.
Upacara Laluhan ini seringkali dikaitkan dengan acara adat yang disebut tiwah, yaitu semacam upacara pengangkatan tulang belulang seseorang yang sudah meninggal dan dikubur, kemudian dipindahkan ke suatu bangunan kecil yang disebut sandung.
Laluhan berasal dari kata laluh yang artinya pemberani, dalam praktiknya laluhan adalah pengantara barang-barang ppemberian dari warga desa yang satu kepada warga desa yang lain yang sedang menggelar upacara tirual tiwah.
Bupati Kapuas mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setiap hari jadi Kota Kuala Kapuas dilaksanakan, karena ini wujud selalu ingat dengan budaya dan seni daerah.
“Harapannya dapat terus dipromosikan kegiatan ini, sehingga dapat dikenal dan suatu saat menjadi tujuan wisata,” katanya.
Pewarta : M Ichlas Junior
Uploder : Admin