Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamandau Budi Rahmad saat di konfirmasi media diruang kerjanya mengatakan, “masalah ijazah paket C salah satu instrumen pemerintah untuk memberikan ruang kepada warga kita kepada anak anak yang putus sekolah dan ingin menyelesaikan sekolahnya, sehingga pemerintah menyiapkan instrumen lain seperti paket C.”
Namun dalam praktek dilapangan ijazah paket C menimbulkan efek fisiologi kepala anak didik sehingga mereka tidak terlalu semangat dan tidak terlalu fokus serta tidak telaten mengikuti pendidikan formal karena biarpun tidak selesai studinya kelas dua SMA dia bisa mengikuti paket C.
Sehingga paket C ini menjadi modus bagi anak didik untuk mendapatkan pendidikan SLTA namun kandungan dan pemahaman tentang ilmu pengetahuan tidak terpenuhi dengan baik.
“Harapan ke depan ijazah paket C ini tidak hanya untuk sekedar formalitas saja, harus diimbangi dengan pemahaman betul-betul standar lisasi pendidikan yang memadai yang di atur oleh menteri pendidikan dan kebudayaan.Ini ijazah paket C dua ratus orang daftar semuanya lulus dan tidak ada tidak lulus,” katanya.
Kedepan ijazah paket C diharap benar-benar ada pengawasan dan evaluasi terhadap paket C itu sehingga orang yang mendaftar untuk mendapatkan ijazah hanya mendapatkan ijazah tapi jauh lebih dalam lagi agar dapat memahami kandungan ilmu pengetahuan pendidikan dasar yang di atur pemerintah.
“Kita berharap melalui dinas Pendidikan agar melakikan evaluasi dan membenahi program paket C ini agar lebih baik lagi karena dengan adanya ijazah paket C ini membuat anak didik jadi malas sekolah karena mereka berpikir biar tidak lulus nanti ikut paket C dan ini yang harus kita hindari,” tutur Budi Rahmad.
Pewarta : Tarmiji
Uploder : Admin