Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Petani plasma mitra PT Sumber Mahardika Graha (SMG) dan PT Graha Cakra Mulia (GCM) di bawah naungan Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) Group menyambut baik pembayaran dana Sisa Hasil Produksi (SHP) kebun secara langsung lewat rekening masing-masing petani.
“Kami sangat senang sekali dengan sistem yang diterapkan USTP ini, karena dengan ditransfer secara langsung, pembagian bisa efektif dan transparan,” kata Ketua Koperasi Lamandau Mulya Bersatu (LMB) Marwadinoor melalui sambungan telepon, belum lama ini.
Ia melanjutkan dengan sistem pembayaran ini pengurus tidak repot lagi membagikan SHP kepada anggotanya. Setiap petani dibukakan rekening masing-masing untuk distribusi SHP setiap pembayaran. “Ini juga menghindarkan resiko keamanan juga terhindar biaya yang tidak sedikit untuk distribusi ke setiap desa jika dibandingkan dengan pembagian dalam bentuk uang cash,” ungkap dia.
Perwakilan Manajemen USTP Group Suhardi mengatakan banyak keuntungan petani dengan sistem transfer secara langsung ini. Pasalnya, selain pembagian secara transparan, memangkas waktu dan biaya transportasi pergi ke kota ambil uang cash, para petani lebih mudah untuk melakukan transaksi di era digital seperti saat ini.
“Petani bisa dengan mudah mengirimkan uang untuk anaknya yang kuliah di luar daerah misalnya, kemudian sekarang sudah ada aplikasi m-banking, petani bahkan tidak perlu ke ATM, tidak perlu biaya transportasi jauh-jauh, cukup di dalam rumah saja asal ada sinyal sudah bisa bertransaksi,” terang dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distakan) Kabupaten Lamandau Tiryan Kuderon mengatakan metode pembagian SHP dengan metode transfer langsung ke rekening ini memang lebih efektif efisien dan transparan. Petani bisa dengan mudah mengakses dana SHP untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga kebun-kebun kemitraan di Kabupaten Lamandau ini bisa bermanfaat bagi masyarakat petani dan ingat kabun plasma jangan dijual karena itu untuk kesejahteraan petani,” pesan dia.
Pewarta : Ras
Uploder : Admin