Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Untuk memberikan inspirasi kepada anak anak santri surat tanda tamat khataman Al Qur”an di berikan secara serentak dan di saksikan para orang tua santri.
Al Qur’an adalah kitab suci pedoman hidup umat islam, wajib di pahami di baca dan hapalkan serta di amalkan.
Hadir dalam acara tersebut adalah ketua BKPRMI Kabupaten Lamandau, Ketua MUI Kabupaten Lamandau, Ustad M.Nur.
Dan kami juga minta maaf apabila ada salah khilaf dalam tugas pendidikan selama ini, hanya itulah kemampuan yang ada pada diri kami sebagai guru dan sebagai orang tua kedua.

Kepala Madrasah Ar Raudhah mengucapkan terima kasih kepada orang tua wali santri yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendidik anak anaknya, semoga ilmu atau pelajaran yang kami berikan bermampaat bagi santri, kedua orang tua, keluarga dan masyarakat.
Ketua yayasan Madrasah Ar Raudhah Lamandau Yusup M Noor mengatakan saat kompirmasi media Acara ini sengaja di buat semeriah mungkin biar anak anak merasa bangga dan di hargai, karena sudah menghatamkan Al Qur’an.
Kami berdoa mudah mudahan ilmu yang kami berikan bermanfaat untuk orang banyak, anak anak santri jadi anak anak yang sukses amin, kalau jamaah itu kembali ke tanah air di sambut penduduk dan keluarga dengan suka cita.
Filosopi yang seperti ini mengingat kita di masa dulu kalau orang naik haji dulu bertaruh nyawa mereka naik kapal 2/3 bulan.
Begitu juga dengan anak anak santri yang lulus khataman ini kita arak arak keliling mengingat tradisi kita dulu.
Semoga dengan anak anak yang bisa baca Al Qur’an ini menjadi kebangaan bagi orang tua dan syafaat.
Yusup juga menambah terbukti tingkat ketidak bisa membaca Al Qur’an di Lamandau cukup banyak dan di iringi tari tarian pemuda Melayu di sambut Thola u badru dan hadirin lainnya.
Acara cukup meriah dan pawai star dari rumah Alm.Gst Sabran mantan ketua MUI Lamandau, orang tua dan santri naik di arak dan di kawal mobil patroli polisi.
Kegiatan khataman para santri yang lulus ini juga mengingatkan kita semua untuk mendoakan para pendiri Masjid Muhajirin dan Yayasan Madrasah Ar Raudhah serta para peyebar islam pertama di Nanga Bulik Al.Guru Hasbullah, Al Guru Basri, Al Haji Syukur dan Al Haji Ibramsyah tutur Yusup M Noor. (tarmiji/pajeri)