Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Pemilihan kepala daerah pada tahun 2018 merupakan pemilihan yang ketiga kalinya di pilih langsung oleh masyarakat Kabupaten Lamandau.
Kontestasi tersebut menentukan, sikap kita untuk memilih yang mana, karena sebagai masyarakat kita hanya berhak untuk memilih karena yang di pilih sudah di tetapkan oleh Komisi pemilihan umum.
Kontrolversi pemilihan terjadi di masyarakat saat itu, ada menuding jika pasangan hero saat itu terpilih maka budaya adat suku dayak akan terhapus karena dua insan pasangan ini Hendra Lesmana dan Rico Poerwanto bukan orang dayak.
Mengutip hal tersebut tokoh muda Lamandau asal kelahiran Batang Kawa Dolvi mengatakan, setiap calon Bupati tentu saja dia bercita-cita untuk membangun daerah terlepas dia korupsi atau tidak itu urusan individunya.
Namun untuk menghapuskan ke aripan lokal seperti adat seni budaya itu tidak bisa, karena seni budaya bukan kenangan melainkan sejarah agama.
Empat tahun kepemimpinan Hendra Lesmana beliau tetap melestarikan dan menjaga adat budaya di Kabupaten Lamandau, seperti kita lihat di tahun 2022 ini di bulan November ada dua agenda yang cukup bergensi yaitu, festipal belayah belanting festival babukung ini semua wujud dari pelestarian ke aripan lokal.
Secara pribadi sangat mengapriasiasi dengan kepemimpinan beliau dan kami dari suku dayak Lamandau mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lamandau yang mengelar acara ini yang di kenal dengan festival babukung urban market dengan julukan bukung rekor muri.
Pewarta : Tarmiji
Uploder : Admin