Nanga Bulik, infokalteng.co.id – Masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau di wilayah Desa Guci menyaksikan ribuan ikan mati, sungai Guci merupakan anak cabang sungai Lamandau, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Kapolsek Bulik jajaran polres Lamandau Ipda Adel Muhammad G H di dampingi anggotanya, membenarkan adanya ribuan ikan mati mendadak di sungai Guci yang bermuara di sungai Lamandau, berbagai macam jenis ikan sungai berukuran kecil hingga sedang itu terlihat mengapung di sepanjang aliran sungai hingga muara sungai.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, ikan mati ini di ketahui warga dari jam 05.00 WIB dan penyebab terjadinya ikan mati belum diketahui,” kata Kapolsek Bulik saat di bincangi awak media di lokasi, Selasa (27/12).
Untuk di ketahui sepanjang sungai tersebut menjadi tumpuan hidup para nelayan di desa sekitar untuk mencari ikan, mandi dan mencuci. Hal inipun sangat dikeluhkan oleh sejumlah warga Desa tetangga.
Salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya menyampaikan, biasanya kami mencari ikan di sini, dengan mengunakan Pancing, Jala dan Pukat. Ya hasilnya cukup lah untuk menghidupi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Tapi kalo ikannya pada mati begini bagaimana kami mencari ikan, apalagi sampai anak-anak ikan yang kecil juga ikut mati begini,”jelasnya.
Ia melanjutkan, kejadian matinya ikan di sungai secara mendadak ini diketahui mulai dini hari hingga sampai sore ini, bahkan bukan yang pertama kali terjadi, sehingga banyak warga menduga-duga penyebabnya, apakah perubahan iklim, jat asam terlalu tinggi atau ada yang meracun ikan menggunakan tuba atau racun lainya.
Ada juga warga yang menduga sungai ini sudah tercemari limbahz dari dua pabrik pengolahan kelapa sawit yang berada di jalur anak sungai Guci ini,” paparnya.
Iya menegaskan dan menyayangkan meskipun kejadiannya berulang, tidak ada solusi dan tindak tegas dari pemerintah maupun aparat.
“Kami harap pihak terkait bisa turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyebabnya, kalau memang akibat kelalaian seseorang atau perusahaan tolong ambil ditindak tegas karena dengan kejadian seperti ini merugikan orang lain,” harapnya.
Untuk di ketahui sepanjang sungai tersebut menjadi tumpuan hidup para nelayan di desa sekitar untuk mencari ikan, mandi dan mencuci, hal inipun sangat dikeluhkan oleh sejumlah warga Desa tetangga.
Pantauan media, sampai diterbitkan berita ini belum diketemukan penyebab matinya ribuan ikan, kejadian ini menimbulkan pertanyaan warga, Air Sungai Lamandau dimanfaatkan masyarakat, tentunya alam dan lingkungan yang aman menjamin kelangsungan hidup, saat ini perlu kita ketahui DAS Lamandau banyak Industri pengolahan kelapa sawit.
Pewarta : Ras
Uploder : Admin