Pangkalan Bun, infokalteng.co.id – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah menghadiri sekaligus menyaksikan pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat masa bakti 2026–2031 yang digelar di Aula Sangga Banua, Minggu lalu.
Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat selama lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Hj. Nurhidayah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Dewan Kehormatan dan jajaran pengurus PMI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi serta menjadikan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang semakin profesional, tanggap, dan dipercaya masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI yang baru. Momentum pelantikan ini adalah langkah awal dari komitmen kemanusiaan yang besar untuk lima tahun ke depan di Bumi Marunting Batu Aji,” ujar Nurhidayah.
Bupati menegaskan bahwa tantangan pelayanan kemanusiaan ke depan akan semakin dinamis seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan sosial, penanggulangan bencana, hingga pelayanan donor darah. Karena itu, ia menitipkan sejumlah pesan penting kepada seluruh pengurus agar PMI Kobar terus berkembang menjadi organisasi yang kuat dan adaptif.
Pesan pertama yang disampaikan Bupati adalah pentingnya menjaga soliditas dan integritas internal organisasi. Menurutnya, kepengurusan yang baru harus mampu membangun kerja sama yang solid, transparan, serta akuntabel dalam menjalankan roda organisasi. Kepercayaan masyarakat, lanjutnya, merupakan modal utama yang harus dijaga melalui tata kelola organisasi yang profesional.
Selain itu, Bupati juga meminta PMI meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Mengingat Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki tantangan geografis serta potensi bencana yang cukup beragam, PMI dituntut selalu siap siaga memberikan bantuan kemanusiaan secara cepat, tepat sasaran, serta memastikan ketersediaan sto k darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“PMI harus selalu siap siaga, cepat bertindak, dan tepat sasaran dalam memberikan bantuan darurat maupun pelayanan donor darah. Kehadiran PMI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurhidayah menekankan pentingnya kaderisasi dan pembinaan relawan sebagai kekuatan utama organisasi. Ia menyebut bahwa denyut nadi PMI berada di tangan para relawan, sehingga pembinaan terhadap Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR) harus dilakukan secara berkelanjutan agar lahir kader-kader kemanusiaan yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi.
Tidak kalah penting, Bupati mengajak PMI memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, pelayanan kemanusiaan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat agar jangkauan pelayanan dapat menjangkau hingga wilayah pelosok Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Kotawaringin Barat masa bakti 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang kemanusiaan. Dengan kepengurusan baru yang solid, profesional, dan didukung kolaborasi berbagai pihak, PMI Kobar diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan terbaik, memperluas aksi kemanusiaan, serta meningkatkan kepedulian sosial bagi seluruh masyarakat di Bumi Marunting Batu Aji.
Pewarta : Pj
Editor : Admin 1