Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Benih unggul lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) varietas Nyai Undang berhasil dipanen di tengah kondisi kemarau panjang dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan panen tersebut berlangsung di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dengan luasan lahan sekitar 2 hektare, Kamis (08/10) pagi.
Berdasarkan hasil panen menggunakan mesin combine harvester, dengan hasil ubinan menunjukkan produktivitas rata-rata mencapai lebih dari 3,6 – 4 ton per hektare.
Keberhasilan panen ini menjadi salah satu gambaran bahwa benih unggul lokal Nyai Undang masih mampu berproduksi meski menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
Pasalnya, sejak masa tanam hingga memasuki masa panen, lahan tersebut nyaris tidak mendapatkan curah hujan dan juga hujan yang sempat turun hanya berupa rintik saja lalu belum mampu mengatasi kondisi kekeringan.
Meski demikian, tanaman padi yang menggunakan benih Nyai Undang tetap mampu tumbuh dan menghasilkan panen.
Manager Brigade Pangan Petani Keren, Reyri Kaswanda, mengatakan keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi generasi muda untuk mulai melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek.
“Kita tidak perlu takut lagi menanam di cuaca ekstrem, kerena dengan kondisi kekeringan seperti ini saja kami berhasil panen,” tegasnya.

Setelah itu Reyri Kaswanda berharap dengan berhasilnya panen ini bisa membuat anak – anak muda melirik ke sektor pertanian dan menyampaikan dirinya yakin dengan benih unggul lokal ini bisa menjanjikan.
“Berharap dengan adanya esensi atau bagaimana kami kepada anak-anak muda yang lagi melirik, kami ingin menyampaikan bahwa dengan adanya benih unggul lokal ini saya sendiri meyakinkan bahwa dunia pangan itu menjanjikan,” ujar Reyri.
Setelah itu menurutnya, keberadaan benih unggul lokal menjadi salah satu potensi yang perlu terus dikembangkan, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Panen padi varietas Nyai Undang di Desa Bina Jaya tersebut sekaligus menunjukkan potensi pengembangan benih lokal Kalteng untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Keberhasilan produksi di tengah kemarau panjang juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap penggunaan benih unggul lokal serta menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Pewarta : M Ichlas Junior
Editor : Admin 1