Pangkalan Bun, infokalteng.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) terus memacu penguatan sektor pertanian dan mitigasi kerentanan pangan terus. Karena itulah penyediaan tenaga kerja dan peningkatan kebutuhan produksi melalui modernisasi peralatan pertanian harus menjadi perhatian serius.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Suyanto, ketika menghadiri penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, Bu gapoktan, kelompok tani wanita dan kelompok usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian (UPJA).

Penyerahan dilaksanakan di halaman kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kobar pada Senin lalu dan ada 1 unit traktor roda dua, 20 unit mesin potong rumput yang bersumber dari APBD Kabupaten Kobar, serta 4 unit traktor roda empat, 5 unit traktor roda dua, serta 178 unit elektrik hand sprayer bagi 44 kelompok tani (Gapoktan, UPJA, KWT) yang tersebar di 38 desa pada 6 kecamatan dari Kementerian Pertanian aspirasi dari Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto.

Penyaluran bantuan ini melengkapi penyaluran tahap sebelumnya berupa 35 unit pompa air (program pompanisasi) dan 1 unit traktor roda dua untuk 39 kelompok tani di 26 desa pada 6 kecamatan.

Serta fasilitas tambahan yaitu 1 kegiatan irigasi perpompaan berupa sumur bor di Kelompok Tani Sumber Alam Sejahtera, Desa Natai Baru, sebagai antisipasi dan mitigasi kekeringan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Suyanto menyampaikan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian tanaman pangan di tengah dinamika daerah.

Suyanto menegaskan bahwa pasokan beras di Kobar saat ini masih jauh dari kata mandiri dan sangat bergantung pada distribusi luar daerah seperti Pulau Jawa dan Kondisi ketergantungan ini dinilai sangat rawan memicu lonjakan inflasi jika terjadi hambatan pasokan.

“Kita masih bergantung pada pasokan beras dari luar daerah, sehingga sangat rawan terhadap inflasi, oleh karena itu kita harus meningkatkan produktivitas lokal, saya mengimbau kepada seluruh pemilik lahan agar mempertahankan keberadaan lahan pertanian tanaman pangan dan tidak mudah mengalihfungsikannya ke sektor lain, ” tegas Suyanto.

Selain penekanan pada alih fungsi lahan, Suyanto menaruh perhatian besar pada aspek tata kelola dan pemeliharaan alat. Suyanto meminta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima bantuan untuk merawat Alsintan dengan bijak dan tidak memaksakan operasional mesin melampaui batas kapasitasnya.

Bantuan ini harus dirawat dan difungsikan secara optimal, kelola dengan baik agar usianya panjang dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pewarta : Pj
Editor : Admin 1

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *