Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Luar biasa, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, Wakil Gubernur, Edy Pratowo dan Bupati Kapuas, M Wiyatno beserta jajaran Panen Raya Padi di Kawasan sentra produksi pangan Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas dengan luas hamparan 760 hektare, Senin kemaren.

Panen ray aini merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) tahun 2024 yang menghasilkan padi dengan produktivitas yang cukup tinggi.

Setelah itu, Wiyatno menyampaikan bahwa Desa Terusan Karya, Terusan Mulya dan Terusan Makmur memiliki 3.800 hektare lahan eksisting dengan produktivitas rata – rata 6,5 ton per hektar yang bisa menghasilkan 47.000 ton gabah kering giling per tahun.

Juga pemerintah dalam hal ini sebagai dukungan kepada para petani menyerahkan 2 unit rotavator dan 2 unit combine harvester kepada kelompok tani di Desa Terusan Makmur. Juga, Wiyatno menyampaikan bahwa hingga pertengahan 2025 ini telah didistribusikan 25 combine harvester dan 10 rotavator ke wilayah – wilayah sentra pangan daerah setempat.

Juga dalam kesempatan itu Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani dan masyarakat yang terus menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Agustiar Sabran juga mengingatkan bahwa pentingnya kehadiran langsung para pejabat dan pendamping lapangan agar lebih memahami kondisi nyata di masyarakat.

“Harap semua pihak benar – benar hadir dan turun langsung ke lapangan, bukan hanya di balik meja, kita harus perhatikan para petani, karena mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan,” ucapnya.

Setelah itu dalam dukungan nyata Agustiar Sabran memberikan angin segar untuk daerah sekitar dengan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta rupiah serta pupuk dan alat pertanian secara simbolis kepada kelompok tani.

Juga Agustiar mengatakan siap mendukung sepenuhnya rencana pembangunan jalan yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp150 miliar rupiah, termasuk pembukaan badan jalan dan peningkatan kualitas infrastruktur asalkan proses dilaksanakan sesuai dengan aturan dan tepat sasaran.

“Kalau teknisnya sudah dibahas, kita jalankan. Infrastruktur ini penting agar hasil pertanian bisa terdistribusi lebih cepat dan biaya logistik menurun,” ucapnya.

Pewarta : M Ichlas Junior

Editor : Admin 1

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *