Kuala Kapuas, infokalteng.co.id – Wakil Bupati Kapuas, Dodo, meresmikan pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya di SMPN 2 Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kamis lalu.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam melestarikan budaya daerah sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui pengenalan kearifan lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Budi Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat, perwakilan Kecamatan Pulau Petak, Kepala SMPN 2 Pulau Petak Raa Fitri Awa, Mantir Sei Tatas Hilir L. Tanduh, dewan guru, serta para siswa.

Dalam sambutannya, Dodo mengapresiasi SMPN 2 Pulau Petak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang telah menginisiasi pelaksanaan program Kamis Hanjak Berbudaya.

Menurutnya, program tersebut menjadi wadah untuk mengenalkan sekaligus melestarikan berbagai potensi budaya suku Dayak kepada generasi muda.

“Hari ini kita berada di SMPN 2 Pulau Petak dalam rangka pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya. Ada berbagai potensi budaya suku Dayak yang dilestarikan. Kita sangat mengapresiasi SMPN 2 Pulau Petak maupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga beberapa sekolah sudah melaksanakannya,” ujar Dodo.

Ia berharap program tersebut dapat membantu membentuk karakter peserta didik, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah, serta meningkatkan kepedulian generasi muda untuk menghargai dan melestarikan budaya Dayak sebagai bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Kapuas.

Pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya merupakan tindak lanjut dari kebijakan Bupati Kapuas melalui Surat Edaran Nomor 400.6.1/123/DISDIK/I/2026 tentang penggunaan lawung/sumping dan bahasa Dayak sebagai bahasa pengantar di satuan pendidikan se-Kabupaten Kapuas pada hari tertentu.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam menjaga kelestarian budaya lokal dan memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di lingkungan sekolah.

Melalui Kamis Hanjak Berbudaya, nilai-nilai budaya diharapkan tetap hidup, dikenal, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi penerus, khususnya kalangan pelajar.

Usai meresmikan pencanangan tersebut, Dodo yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Kapuas menyerahkan bantuan kepada SMPN 2 Pulau Petak berupa dua buah sipet, satu papan target, dan 12 buah damek atau anak sumpit.

Pewarta : Syarkawi
Editor : Admin 1

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *